22.4 C
Indonesia
Wednesday, October 27, 2021
- Advertisement -

NAPAK TILAS PEWARIS NEGERI III

Sumber Foto : Dokumen elshifa radio/taufik hidayat

Rep/ Red: Annasya Rabu 09 September 2020 14:00 WIB

KESULTANAN DI TANAH JAWA

SUBANG – ELSHIFARADIO.COM, Pulau Jawa merupakan saksi pesatnya perkembangan Islam di Nusantara. Di Pulau Jawa, Islam masuk di antaranya melalui pusat-pusat kerajaan. Di Pulau Jawa, agama kerajaan banyak ditentukan oleh agama pemimpinnya. Ketika seorang raja beragama Islam, maka bercorak Islamlah kerajaan tersebut. Dengan kata lain, menjadi kesultananlah pemerintahan tersebut. Hal ini sangat disadari oleh para penyebar Islam di tanah air.

Wali songo adalah Waliyul Amriatau anggota dewan yang berjumlah sembilan orang. Mereka adalah SunanGresik (Maulana Malik Ibrahim), Sunan Ampel (Raden Rahmat), Sunan Bonang(Makhdum Ibrahim), Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Giri, Sunan Kalijaga, SunanMuria (Raden Umar Said, dan Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah).

RuntuhnyaMajapahit pada awal abad ke – 15 menjadi awalan baru bagi sejarah di Nusantara,salah satunya adalah berdirinya kerajaan Islam pertama di pulau Jawa, yakniKesultanan Demak. Sultan-sultan Demak diantaranya adalah Raden Patah, AdipatiUnus, Trenggono, Bagus Mukmin, dan lainnya. Kemudian berdiri Kesultanan Pajangyang dipimpin oleh Sultan Joko Tingkir. Setelah itu berdiri Kesultanan Mataram,yang pecah menjadi dua yaitu Mataram Surakarta da Mataram Ngayogyakarta.

KESULTANANCIREBON

Awalnya nama Kesultanan Cirebonadalah Kesultanan Caruban Nagari. Caruban artinya campuran, karena dahuluCirebon adalah pelabuhan yang banyak dikunjungi orang-orang hingga ada yangtinggal bahkan bercocok tanam, dan menjadi nelayan disana. Bercampurbaurlahorang-orang di Pelabuhan Cirebon ini.

Diriwayatkan, Ki Ageng Tapa yangmerupakan Ayah dari Nyai Subang Larang menikah Prabu Siliwangi kemudian memiliki3 anak bernama Walang Sungsang, Rara Santang, dan Pangeran Sangara. WalangSungsang adalah orang yang meletakkan batu pertama kesultanan Cirebon. Suatuhari, Walang Sungsang melakukan perjalanan haji bersama adiknya, Rara Santang.Disana Rara Santang kemudian dinikahi oleh Gubernur Mesir kala itu, SyarifAbdullah. Mereka memiliki anak yang merupakan keponakan Sultan Walang Sungsang,Syarif Hidayatullah atau yang kita kenal Sunan Gunung Jati. Sekembalinya SyarifHidayatullah ke Indonesia, ia menjadi Waliyul Amri dan kemudian menggantikanSultan Walang Sungsang menjadi Sultan Cirebon. Syarif Hidayatullah memilikigelar Ingkang Sinuhun Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Auliya AllahKutubid Zaman Khalifatur Rasulillah, yang artinya saya yang akan melanjutkandakwah Rasulullah melalui Kesultanan Caruban Nagari ini untuk mengislamkan Jawabagian barat.

Wilayah kekuasaan Sultan SyarifHidayatullah meliputi Kuningan, Cirebon, Majalengka, Indramayu yang memilikijejak sejarah berupa kraton, rumah adat, tata kota, tata desa, nama jalan, danpemakaman.

KEDATANGAN EROPA KE NUSANTARA

Bangsa Eropa datang ke Nusantarasemata-mata bukan hanya karena rempah-rempah. Zaman dahulu, orang-orang Eropamembeli rempah-rempah ke Konstantinopel. Tapi kemudian Sultan Muhammad Al-Fatihmembatasi pergerakan Eropa disana demi keamanan Negara Utsmani kala itu. Maka,orang-orang Eropa marah dan mencari sumber kekayaan rempah-rempah ini hinggamenemukan Nusantara. Sehingga mereka mengundang orang-orang Eropa (Spanyol,Portugis, Belanda, Prancis, Inggris) datang ke Nusantara dengan misi Gold-Glory-Gospel,artinya Emas-Kejayaan-Kristenisasi. Terjadilah penjajahan diNusantara.

Dijajahnya Nusantara membuatNegara Utsmani secara tidak langsung berhutang budi karena kebjakannya membuatorang-orang Eropa menjajah Nusantara. Sultan Utsmani kala itu mengirimkantentara pasukan elit untuk membantu perjuangan Pangeran Diponegoro kala itu.

Saat perjuangan PangeranDiponegoro inilah disebut dengan kebangkitan nasional. Kemudian lahir lagitokoh besar yaitu HOS Cokroaminoto yang melahirkan kesadaran nasional. Karenadari HOS Cokroaminoto lahir seorang Soekarno (nasionalis), Kartosuwiryo(DI/TII), dan Semaun. Setelah terjadi pergerakan nasinal dan lahir SarekatIslam yang memunculkan tokoh-tokoh penting seperti Buya Hamka, Agus Salim,Sultan Syahrir, dan lainnya. Akhirnya terjadilah proklamasi.

Materi mengenai “Napak TilasPewaris Negeri” ini telah disampaikan oleh penulis buku nasional, Ustadz DedengJuheri, MPS.Sp., M.Pd., dalam acara yang diselenggarakan oleh Bidang DakwahKreatif (DAKREF) Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, dalam rangka memaknai momentumHUT RI dan Tahun Baru 1442 H, Kamis (20/08/20). (Rep/ Red: Annasya)

Related Articles

Stay Connected

8,168FansLike
1,010FollowersFollow
500FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Latest Articles