26.4 C
Indonesia
Thursday, October 28, 2021
- Advertisement -

NAPAK TILAS PEWARIS NEGERI II

Sumber Foto : Dokumen elshifa radio/taufik hidayat

Rep/ Red: Annasya Rabu 09 September 2020 05:45 WIB

SEJAK KAPAN ISLAM MASUK NUSANTARA?

SUBANG – ELSHIFARADIO.COM, Terdapat3 teori mengenai masuknya Islam ke Nusantara, yaitu teori Gujarat, teoriPersia, dan teori Makkah. Teori Makkah membantah teori Gujarat dan teori Persiayang menyebutkan bahwa Islam masuk Nusantara pada abad 12 atau 13 M. Padahal,literatur Cina menyebutkan menjelang seperempat abad ke-7, sudah berdiriperkampungan Arab Muslim di pesisir Pantai Sumatera.

Dalam sejarah Cina yang berjudul ChiuT’hang Shu disebutkan pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriyah, Nusantarapernah mendapat kunjungan diplomatik dari orang-orang Ta Shih, sebutanuntuk orang Arab. Empat tahun kemudian, dinasti yang sama kedatangan duta yangdikirim oleh Tan mi mo ni’ (Amirul Mukminin).

Kemudian dari buku Abd Al Rabbahdalam karyanya Al Iqd al Farid, menyebutkan sekitar tahun 718 M adasebuah proses korespondensi yang berlangsung antara Raja Sriwijaya kala itu,Prabu Sri Indravarman, dengan Khalifah yang terkenal adil kala itu, Umar binAbdul Aziz, yang berisi:

Surat

Raja Sriwijaya

Prabu Sri Indravarman

Kepada

Khalifah Daulah Umayyah

Umarbin Abdul Aziz

“Dari Raja diRaja [Malik al Amlak] yang adalah keturunan seribu raja; yang istrinya jugacucu seribu raja;

Yang di dalamkendang binatangnya terdapat seribu gajah; yang di wilayahnya terdapat duasungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu wewangian, pala dan kapur barus yangsemerbak wanginya hingga menjangkau 12 mil;

Kepada Raja Arabyang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkankepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak,tetapi sekadar tanda persahabatan.

Sayaingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islamkepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya,”

Namun, apakah surat ini sampaikepada khalifah atau tidak, wallahu ‘alaam. Karena saat itu, Kerajaan SriwijayaPalembang runtuh dan berganti menjadi Kerajaan Sriwijaya Jambi.

Masih mengenai lanjutan materimengenai “Napak Tilas Pewaris Negeri” yang telah disampaikan oleh penulis bukunasional, Ustadz Dedeng Juheri, MPS.Sp., M.Pd., dalam acara yangdiselenggarakan oleh Bidang Dakwah Kreatif (DAKREF) Yayasan As-SyifaAl-Khoeriyyah, dalam rangka memaknai momentum HUT RI dan Tahun Baru 1442 H,Kamis (20/08/20).

Ada beberapa alasan yangmenyebabkan mayoritas penduduk Nusantara memeluk Islam, diantaranya adalahpernikahan antara para pedagang dan bangsawan, seperti Raja Brawijaya yangmenikahi Putri Jeumpa, yang melahirkan Raden Patah. Kemudian karena pendidikanpesantren, pedagang Islam, seni dan kebudayaan, seperti wayang yang disebarkanoleh Sunan Kalijaga, serta karena dakwah.

Sementara itu, ketika KerajaanKediri runtuh berganti menjadi Kerajaan Singosari yang mencapai puncakkejayaannya pada masa pemerintahan Prabu Kertanegara. Prabu Kertanegaramemiliki sumpah untuk menyatukan seluruh melayu dengan melakukan EkspedisiPamalayu. Ketika Singosari sedang merancang ekspedisi ini, datanglah JenderalMengki utusan Kaisar Mongol, Kublai Khan, yang sedang menguasai Cina. JenderalMengki menyerahkan surat yang dititipkan Kublai Khan dan berisi perintah untuktunduk pada Kekaisaran Mongol, sehingga menimbulkan kemarahan PrabuKertanegara. Pada satu Riwayat menyebutkan bahwa prabu memotong telingaJenderal Mengki dan pada Riwayat lain menyebutkan bahwa prabu menebas wajahJenderal Mengki berbentuk huruf X dengan kerisnya. Hal ini menyulut perangantara kedua kerajaan. Sehingga Kekaisaran Mongol mengirimkan tentaranyabermaksud untuk meluluhlantakkan tanah jawa khususnya menyerang KerajaanSingosari.

Namun, belum sampai tentaraMongol ke Nusantara, Kerajaan Singosari telah diruntuhkan terlebih dahulu olehJayakatwang yang merupakan besan Prabu Kertanegara. Ketika Prabu Kertanegaramengirimkan tentaranya ke Sumatera, Singapura, dan Malaysia dalam EkspedisiPamalayu, Jayakatwang yang merupakan pemimpin Kerajaan Kediri yang sudah runtuhmenginginkan kekuasaan. Sehingga ia menyerang Kerajaan Singosari yangmenyebabkan Prabu Kertanegara terbunuh. Sementara menantu Kertanegara, RadenWijaya melarikan diri dari kejaran tentara Kediri dan Arda Raja tetap memihakayahnya, Jayakatwang. Kerajaan Kediri pun kembali berkuasa menggantikanKerajaan Singosari.

Saat konflik itu terjadi,datanglah tentara Mongol yang notabene akan menyerang Kerajaan Singosari dalamrangka balas dendam kepada Kertanegara. Namun, tentara Mongol mendapatiKerajaan Singosari telah runtuh dan digantikan oleh Kerajaan Kediri. Lalutentara Mongol menyerang Kediri, dan seketika hancurlah Kerajaan Kediri. Tidaklama, berdirilah Kerajaan Majapahit.Pada masa kekuasaan Kerajaan Majapahit, pemelukIslam sudah ada namun belum banyak dan penduduk Muslim sulit untuk menembuswilayah kerajaan. Akhirnya, pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya, ajaranIslam mulai meluas karena prabu menikah dengan Putri Kerajaan Champa diKamboja, Amarawati. Sementara itu, kakak ipar Amarawati merupakan ulama bernamaSayyid Ibrahim Al-Akbar. Sehingga, Prabu Brawijaya meminta Sayyid IbrahimAl-Akbar untuk datang ke Kerajaan Majapahit dan berdakwah di Jawa, agar dapatmendirikan Daharmayaksa Bhatara Ring Kaislaman (seperti MUI kini). Dari SayyidIbrahim Al-Akbar inilah lahir Sunan Ampel. Sehingga dengan datangnya SayyidIbrahim Al-Akbar menjadi jalan Islam mulai menyebar di Nusantara. (Rep/Red:Annasya)

Related Articles

Stay Connected

8,168FansLike
1,010FollowersFollow
500FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Latest Articles