26.4 C
Indonesia
Thursday, October 28, 2021
- Advertisement -

Moment Of The Day – 14 November

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal 14 November.

Hari ini tepatnya tanggal 14 November 1985 adalah hari pada saat Gunung Nevado del Ruiz meletus dan menewaskan 23.000 orang di Armero, Kolombia.

Nevado del Ruiz adalah sebuah stratovolcano yang terletak di Kolombia. Gunung ini merupakan gunung yang terletak di bagian paling utara Sabuk vulkanik Andes dan terbentang sekitar 15 mil sebelah tenggara dari Manizales, dengan kota Armero di lembah dekat gunung ini. Gunung ini adalah gunung tertinggi dan gunung yang terletak paling utara di Kolombia. Letusan gunung ini tahun 1985 memproduksi lahar yang mengubur kota dan menyebabkan kematian sebesar 23.000 orang. Peristiwa ini disebut tragedi Armero. Nevado del Ruiz disebut “singa tidur” oleh penduduk setempat.

Satu tahun sebelum gunung itu meletus, para ahli geologi setempat telah mengamati adanya peningkatan aktivitas seismik di dekat Gunung Nevado del Ruiz. Mereka pun mencurigai akan terjadinya sebuah letusan.

Tanda lain yang dirasakan para ahli adalah pengendapan sulfur di puncak gunung berapi serta letusan freatik kecil. Benar saja, gunung itu pun mengalami erupsi ringan tak lama kemudian. Magma panas yang bersentuhan dengan air di dalam gunung telah mengakibatkan ledakan karena air hampir langsung berubah menjadi uap.

Meski telah meningkat tajam, aktivitas gunung berapi tersebut sempat menurun pada Oktober 1985. Para ahli tidak berpikir bahwa aktivitas telah berakhir. Mereka menduga bahwa magma baru naik ke bangunan vulkanik sebelum September 1985.

Pada 14 November 1985 pukul 03.06 waktu setempat, Nevado del Ruiz meletus. Ia melepaskan uap panas lebih dari 30 kilometer ke udara. Massa total bahan meletus (termasuk magma) adalah 35 juta ton. Massa sulfur dioksida yang dikeluarkan adalah sekitar 700 ribu ton sehingga membuat letusan kaya belerang.

Letusan tersebut melebur gletser dan salju puncak dan menghasilkan empat lahar tebal yang melintas di lembah sungai di sisi gunung berapi. Tak hanya itu, air panas secara signifikan mempercepat pencairan es.

Letusan besar ini telah mengakibatkan kehancuran yang sangat parah. Tak hanya itu, lebih dari 23 ribu orang tewas dan 5.000 lainnya terluka. Kota terparah yang terkena bencana ini adalah Kota Armero. Tiga perempat dari 28.700 penduduk tewas akibat ledakan tersebut.

Related Articles

Stay Connected

8,168FansLike
1,010FollowersFollow
500FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Latest Articles