22.4 C
Indonesia
Thursday, August 11, 2022
- Advertisement -

NAPAK TILAS PEWARIS NEGERI I

Sumber Foto : Dokumen elshifa radio/taufik hidayat

Rep/ Red: Annasya Selasa 08 September 2020 10:30 WIB

KEKUASAAN DIPERGILIRKAN

SUBANG – ELSHIFARADIO.COM, Sebelum Islam masuk ke Nusantara, telah terjadi masa kejayaan Islam yang dipergilirkan mulai saat masa kenabian, kemudian masa kejayaan Khulafaur Rasyidin, Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah, Dinasti Ayyubiyah, Dinasti Mamluk, Dinasti Saljuk, dan Dinasti Utsmani.

Materi mengenai “Napak Tilas Pewaris Negeri” ini telah disampaikan oleh penulis buku nasional, Ustadz Dedeng Juheri, MPS.Sp., M.Pd., dalam acara yang diselenggarakan oleh Bidang Dakwah Kreatif (DAKREF) Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, dalam rangka memaknai momentum HUT RI dan Tahun Baru 1442 H, Kamis (20/08/20).

Beliau memaparkan bahwa pada saat kejayaan Dinasti Umayyah, terjadi suatu intrik politik dimana mereka bertemu dengan keturunan Utsman. Dinasti Umayyah ini terbagi menjadi dua, yaitu Umayyah di Damaskus dan Umayyah di Andalusia, Spanyol yang menjadi kekuatan besar.

“Sementara itu, ada seseorang dari keturunan Abbasiyah, yaitu paman dari keturunan Rasulullah SAW, Abbas bin Abdul Muthalib, menghendaki kekuasaan kepemimpinan saat Dinasti Umayyah berkuasa. Kemudian pihak Abbasiyah memberikan undangan silaturahmi bagi seluruh keluarga Umayyah untuk berkumpul di suatu aula. Namun, setelah acara itu selesai, begitu seluruh keturunan Umayyah keluar dari aula, mereka di bantai habis-habisan oleh pihak Abbasiyah. Beruntung, Putra Mahkota Dinasti Umayyah, Abdurrahman (17), dan adik bungsunya, Hisyam (13), selamat dari pembantaian. Mereka melarikan diri dan mengadukan apa yang terjadi pada ayahnya.” Paparnya.

Selanjutnya putra mahkota dan adiknya dilindungi perempuan-perempuan Umayyah untuk melarikan diri dari tentara Abbasiyah. Mereka menyusuri sungai yang arusnya deras, namun sang adik, Hisyam, tidak mengindahkan larangan kakaknya. Ia kembali ke tepi setelah diiming-imingi jaminan keselamatan oleh tentara Abbasiyah. Padahal, itu hanyalah tipu muslihat, sehingga sesampainya diantara tentara Abbasiyah, Hisyam langsung dipenggal di depan mata kakaknya sendiri.

Abdurahman sebagai putra mahkota Dinasti Umayyah terus menyusuri sungai hingga ke Maroko dan menyeberangi lautan hingga Andalusia. Kemudian ia membentuk suatu pasukan, berdakwah dan memberikan pemahaman sampai masyarakat menerima. Akhirnya ia dapat mendirikan Dinasti Umayyah II di Andalusia. Sehingga pada masa tersebut, ada dua dinasti yang berkuasa, yaitu Dinasti Abbasiyah dan Dinasti Umayyah II.

Pada masa kekuasaan Abbasiyah, orang-orang Persia diberikan kesempatan oleh Allah SWT masuk Islam dan mendapatkan hidayah. Kemudian banyak diantara mereka yang menjadi pejabat-pejabat tinggi di pemerintahan. Namun, mereka menjadi serakah, korupsi terjadi dimana-mana, kesenangan dunia yang menjadikan mereka melalaikan ibadah sehingga Negeri Abbasiyah menjadi semakin bobrok. Maka Allah cabut kekuasaan Abbasiyah dan berganti dengan kekuasaan Dinasti Ayyubiyah melalui Shalahuddin Al-Ayyubi.

Shalahuddin Al-Ayyubi adalah putra dari seorang ahli hukum tata negara, Nazmuddin Ayyub, dan pamannya adalah ahli militer yang hendak membebaskan Palestina kala itu, Asaduddin Syirkuh. Pada masa Ayyubiyah terjadi perang yang panjang selama 200 tahun, yaitu Perang Salib. Ketika gencatan senjata dilakukan, disinilah terjadi pertukaran budaya. Seperti melalui perdagangan, saling mengunjungi wilayah, hingga pernikahan.

Setelah Dinasti Ayyubiyah, kekuasaan beralih ke Dinasti Mamluk. Salah satu pemimpinnya adalah Saifuddin Muzaffar al-Quttuz, yang pada saat itu menaklukkan tentara Mongol. Mongol adalah negara kecil yang dapat menguasai sepertiga dunia, sehingga menjadi kerajaan besar.

Mongol berkuasa hingga era Dinasti Saljuk dan Dinasti Utsmani. Namun, saat Mongol akan menyerang Mesir, penguasa Dinasti Mamluk kala itu, Saifuddin Muzaffar al-Quttuz dapat memukul mundur para tentara Mongol. Saat itu, Penguasa Mongol, Jenghis Khan, memiliki cucu bernama Berke Khan yang kemudian menjadi orang Mongol pertama yang masuk Islam. Selanjutnya diikuti oleh pejabat-pejabat tinggi dan rakyat Mongol, sehingga Islam mulai menyebar di Bangsa Mongolia.

Setelah Mamluk, kemudian berkuasalah Dinasti Saljuk. Diantara pemimpinnya adalah Sultan Alp Arselan dan Sultan Alauddin Kaikobad yang dikisahkan memanggil Ertugrul karena telah menolong tentara Saljuk saat berperang dengan tentara Kristen Eropa. Sultan Alauddin Kaikobad memberikan wilayah kepada Ertugrul untuk ditempati rakyatnya, yaitu wilayah Anatolia (kini menjadi bagian Turki modern) yang merupakan cikal bakal berdirinya Turki Utsmani melalui anaknya yang bernama Utsman, sang pendiri Dinasti Utsmani. Dinasti Utsmani berkuasa hingga 3 Maret 1924 M. Runtuh saat kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk, karena terlibat Perang Dunia I.

Dari tahun 1924 M hingga saat ini belum ada lagi khilafah di dunia yang menaungi kaum Muslimin. Maka, para ulama Nusantara, KH. Hasyim Asyhari dan KH. Ahmad Dahlan karena sudah memprediksi kejadian ini, mendirikan Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU). Kemudian mereka memerintahkan utusan agar kekhalifahan dapat berdiri Kembali. Namun, hal ini belum terwujud dan masih harus kita perjuangkan. (Rep/ Red: Annasya)

Related Articles

Stay Connected

8,168FansLike
1,010FollowersFollow
500FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Latest Articles