26.4 C
Indonesia
Thursday, October 28, 2021
- Advertisement -

DAMPAK PANDEMI, TUKANG KULI BANGUNAN BERALIH PROFESI JADI PEMBUAT PETI MATI

Subang – Kasus kematian akibat Covid-19 di RSUD Ciereng Subang terus bertambah sehingga menyebabkan stok peti mati yang digunakan untuk pemulasaran jenazah menjadi langka.

Menanggapi hal tersebut salah seorang warga Perumahan BumiAsri Permai RT 059 RW 018 Kelurahan Sukamelang, Aceng mencoba membantingstirnya untuk memproduksi peti mati karena banyaknya permintaan.

Aceng yang keseharianya bekerja sebagai tukang bangunanmengeluhkan karena sepinya proyek pembangunan di tengah pandemi saat inimembuatnya sering ada di rumah dan tidak ada kegiatan.

Ia menjelaskan alasannya untuk beralih memproduksi peti mati karena adanya permintaan dari BPBD dan RS.

“Nih karena ada pesenan, ya suruh membuat peti ini jadi saya membuat peti dulu, biasa kerja biasamah kerja bangunan cuman karena ada pesenan dari BPBD, RS ya paling sehari membuat 7-10 lah, untuk sementara ini ntar-ntar mah kerja lagi kuli bangunan,” jelasnya Kamis (8/09/2021).

Harga peti mati yang ia jual senilai Rp.800,000 membuatpenghasilanya meningkat dari sebelum-sebelumnya.

Meskipun kini pengahsilannya bergantung pada pembuatan peti mati ia tetap berharap pandemi segera berakhir dan tidak ada lagi kabar meninggal dunia akibat covid-19.

“Ya mudah-mudahan mah segera berakhir lah, karena saya juga takut, dan semoga tidak terdengar lagi adanya kabar duka pasien covid meninggal dan aktivitas normal lagi” tutupnya.

Related Articles

Stay Connected

8,168FansLike
1,010FollowersFollow
500FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Latest Articles