25.4 C
Indonesia
Monday, July 25, 2022
- Advertisement -

Moment Of The Day – 28 Januari

Sahabat Elshifa, kita akan mengingat sebuah peristiwa yang terjadi tanggal  28 Januari.

Hari ini tepatnya tanggal 28 Januari 2011 adalah pada saat Terjadinya Gerakan Satu Juta Orang Pembela Demokrasi di Mesir.

Rakyat Mesir kembali bangkit melawan kediktatoran, kemiskinan, dan korupsi. Kemarin, 30 Juni 2013, jutaan massa rakyat membanjiri jalanan di kota-kota besar dan kota-kota kecil, mulai dari area pedesaan Mesir atas hingga jantung industri Delta Sungai Nil dan di semua jalan di daerah utara. Muhammad Morsi dan Ikhwanul Muslimin, yang dulu dipuji Barat sebagai penyelamat kapitalisme Mesir kini benar-benar dilucuti oleh revolusi. Takdirnya kini berada di tangan gerakan yang memiliki setiap kesempatan untuk menyingkirkannya.

Mengantisipasi hari aksi massa kemarin, demonstrasi telah terjadi di Kairo, Alexandria, dan beberapa kota lain termasuk Dagahliya, Sharqiya, dan Zagazig. Beberapa kantor Ikhwanul Muslimin dan sayap politiknya: Partai Kebebasan dan Keadilan di Delta Sungai Nil dan Alexandria dibom dan digeledah sementara bentrokan antara pendukung Morsi dan Kaum Revolusioner berujung pada jatuhnya beberapa korban tewas dan ratusan luka-luka.

Sejak pagi hari 30 Juni, ribuan rakyat Mesir berkumpul di alun-alun dan di depan gedung-gedung pemerintahan di seluruh penjuru Mesir. Kaum demonstran di Gharbiya merantai beberapa pintu dari berbagai gedung dewan kota serta menegakkan panji-panji dan spanduk bertuliskan “Ditutup Atas Perintah Revolusi“.

Namun seiring berjalannya waktu, gerakan ini makin membesar dan meraksasa, jauh melampaui apapun yang pernah kita saksikan semenjak permulaan revolusi serta mengejutkan semua orang. Di Kairo, alun-alun Tahrir, dan semua jalan kesana, dibanjiri oleh kaum demonstran. Kerumunan yang sama juga tampak di Heliopolis di sekitar Istana Kepresidenan yang lebih menyerupai banjir manusia dan menutupi jalan protokol lebar sejauh mata memandang. Arak-arakan Kaum Demonstran datang dari setiap penjuru kota melalui gelombang-gelombang yang seakan tanpa henti. Dari beberapa lokasi di Giza, suatu arak-arakan yang dipimpin oleh Hamdin Sabahi, kandidat presiden dari Nasserite serta Kamal Abu Eita, pimpinan dari Federasi Serikat Buruh Independen Mesir berhasil menyatukan puluhan ribu orang.

Related Articles

Stay Connected

8,168FansLike
1,010FollowersFollow
500FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Latest Articles